Tetangga oh tetangga

Tak..tak..tak…Duk…duk…sreeeeeeeeeeenggggggggggggggggg….

Kebayang gak kalau bangun pagi atau mau aktifitas di rumah ada suara seperti itu?

Yap ..bener …tetangga kita yang lain sedang renovasi rumah lagi…setelah beberapa minggu lalu ada yang lain bongkar kamar yang proyeknya berantai hingga berminggu-minggu uda kaya puzzle

OKAY…hak anda memang yang punya rumah sedang punya Uang untuk renovasi…

OKAY…renovasi dimana yang gak bising?

OKAY..mumpung musim kemarau nih biar tidak tertunda akibat hujan…

TAPI saya juga punya HAK donk…mendapatkan kenyamanan

TAPI saya juga punya HAK donk…untuk tidak capek ngepel rumah yang uda berdebu secara saya tidak di komplek mewah yang rapi dan rindang

TAPI saya juga punya HAK donk….mendapatkan keramahan bertetangga dengan saling toleransi

susah apa yang “getting permission” untuk hal-hal seperti ini …

when something getting complex we can exclude become simple

it’s not about RIGHT and OBLIGATION

sederhana kok kita tidak lagi memiliki TENGGANG RASA dan KERAMAHAN….

ini terjadi gak cuman di lingkungan tempat tinggal…jalanan atau lingkungan kerja bahkan di semua sektor kehidupan

mungkin kalau dipersentasekan sekitar 60% orang sudah tidak PEDULI sesama manusia yang lain

tidak heran kebiasaan yang seperti ini lama kelamaan menjadi BUDAYA nih…

so human become less …..alias merendahkan manusia itu sendiri dari kodratnya sebagai MAKHLUK DERAJAT TERTINGGI